Degradasi Sensitivitas Etis di Ruang Digital dan Reaktualisasi Nilai Pancasila sebagai Instrumen Pemulihan Moral
Keywords:
Pancasila, etika warganet, dehumanisasi online, reaktualisasi nilaiAbstract
Penelitian ini mengkaji degradasi sensitivitas etis yang muncul dalam komentar warganet pada platform digital, terutama terkait kecenderungan dehumanisasi, agresivitas verbal, dan trivialisasi kebenaran. Fenomena tersebut dipahami sebagai hasil dari lemahnya internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi digital, yang lebih banyak bersifat deklaratif daripada menjadi habitus moral dalam praktik bermedia. Melalui analisis kualitatif terhadap sejumlah komentar, penelitian ini menemukan bahwa anonimitas, budaya viral, dan struktur algoritma turut memperkuat perilaku tidak etis di ruang digital. Selain itu, pembelajaran Pancasila yang kurang kontekstual membuat nilai-nilai moral bangsa tidak terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini merekomendasikan reaktualisasi nilai Pancasila melalui pendekatan yang dialogis, digital-friendly, dan berbasis pengalaman moral guna memulihkan etika digital. Reaktualisasi tersebut diharapkan mampu membentuk perilaku bermedia yang lebih humanis, reflektif, dan bertanggung jawab.
Downloads
References
Bakshy, E., Messing, S., & Adamic, L. (2015). Exposure to ideologically diverse news and opinion on Facebook. Science.
Budiarjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm. 72-78.
Budimansyah, D. (2019). Pembelajaran Pancasila dan Habitus Moral. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Castells, M. (2012). Networks of Outrage and Hope: Social Movements in the Internet Age. Polity Press.
Floridi, L. (2014). The Onlife Manifesto: Being Human in a Hyperconnected Era. Springer. Harjito, D. (2020). Literasi Digital Berbasis Nilai pada Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia.
Hasan, Z. (2024). Pengaruh Globalisasi terhadap Eksistensi Identitas Budaya Lokal dan Pancasila. Universitas Bandar Lampung.
Hasan, Z. (2025). Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Bandar Lampung.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, 4th Edition. Thousand Oaks: SAGE Publications, hlm. 33-42.
Ling, R. (2020). Digital Platforms and Social Influence. Cambridge University Press. MacIntyre, A. (1981). After Virtue. University of Notre Dame Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd Edition. Thousand Oaks: SAGE Publications, hlm. 12-20.
Nugroho, A. (2020). Ujaran Kebencian dan Anonimitas Media Sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia.
Pennycook, G., & Rand, D. (2019). The Implied Truth Effect. Journal of Experimental Psychology.
Pratama, R. (2021). Banalitas Kekerasan Verbal di Media Sosial. Jurnal Media dan Masyarakat.
Rahim, S. (2021). Pengaruh Figur Publik terhadap Etika Digital Remaja. Jurnal Psikologi Sosial.
Rakhmat, J. (2018). Internalisasi Nilai Pancasila pada Generasi Milenial. Jakarta: Rajawali Press.
Rosenthal, S. (2020). Ethics Collapse in the Digital Era. Palgrave Macmillan.
Soerjono Soekanto. (2011). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, hlm. 45-50.
Sugianto, B. (2022). Problematika Pendidikan Pancasila pada Generasi Digital. Jurnal Civic Education.
Suler, J. (2004). The Online Disinhibition Effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321-326.
Sulistyo, H. (2023). Pancasila dan Etika Digital: Rekontekstualisasi Nilai Moral dalam Masyarakat Jejaring. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Taylor, C. (2016). Ethics in a Digital Age: Character Formation and Responsibility. Harvard University Press.
Thompson, C. (2021). Digital Communication and Moral Implications. Routledge. Vallor, S. (2016). Technology and the Virtues. Oxford University Press.
Wuryaningsih, D. (2019). Praktik Moral Mahasiswa di Ruang Digital. Jurnal Etika Sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Economic and Management (JEM) Terekam Jejak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


